Kegiatan monitoring ini dilakukan untuk melihat secara langsung progres pembangunan kandang peternakan kambing, kesiapan sarana dan prasarana, serta memastikan pengembangan usaha berjalan sesuai rencana yang telah disusun oleh Pemerintah Desa bersama BUMDesa.
BUMDesa Dwi Buana Amertha sebelumnya telah membuktikan keberhasilannya dalam mengelola Program Ketahanan Pangan Tematik Jagung pada Tahun 2025. Program tersebut memberikan manfaat bagi masyarakat melalui peningkatan produktivitas lahan pertanian serta menjadi salah satu contoh pemanfaatan Dana Desa yang produktif dan berkelanjutan.
Berangkat dari keberhasilan tersebut, pada Tahun 2026 BUMDesa melakukan inovasi dengan mengembangkan Program Ketahanan Pangan Tematik Peternakan Kambing. Program ini dirancang tidak hanya sebagai usaha peternakan, tetapi juga sebagai sistem usaha terpadu yang mengintegrasikan sektor peternakan, pertanian, dan perikanan.
Dalam konsep tersebut, hasil samping peternakan berupa kohe (kotoran kambing) akan diolah menjadi pupuk kandang organik untuk memenuhi kebutuhan pemupukan lahan pertanian. Selain dimanfaatkan oleh petani di Desa Pangyangan, pupuk organik tersebut juga direncanakan untuk dipasarkan sehingga mampu memberikan tambahan pendapatan bagi BUMDesa.
Ke depan, pengembangan usaha ini juga akan dikolaborasikan dengan sektor perikanan sehingga tercipta sistem pertanian terpadu (integrated farming) yang memanfaatkan sumber daya secara lebih efisien, ramah lingkungan, dan bernilai ekonomi.
Dalam kesempatan tersebut, TPP Kecamatan Pekutatan turut memberikan masukan terkait penyusunan rencana bisnis, administrasi usaha, pengelolaan keuangan, analisis risiko, hingga strategi pemasaran hasil usaha. Pendampingan ini diharapkan mampu memperkuat kapasitas kelembagaan BUMDesa sehingga program ketahanan pangan dapat berkembang secara berkelanjutan.
Melalui sinergi antara Pemerintah Desa, BUMDesa, masyarakat, dan Tim Pendamping Profesional, Desa Pangyangan diharapkan mampu menjadi contoh desa yang berhasil mengembangkan ketahanan pangan berbasis potensi lokal melalui konsep ekonomi sirkular. Tidak hanya menghasilkan komoditas peternakan, tetapi juga menciptakan nilai tambah dari pengolahan pupuk organik dan pengembangan sektor perikanan, sehingga manfaat ekonomi dapat dirasakan secara lebih luas oleh masyarakat.